stoikiometri


               Stoikiomeri adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari komposisi zat-zat kimia & reaksi-reaksinya.
  
* HUKUM - HUKUM DASAR ILMU KIMIA
 
 1/ Hukum kekekalan massa = Hukum Lavoiser
      Berdasarkan eksperimen , Lavoiser merumuskan hukum kekekalan massa yang berbunyi : “ Di dalam suatu reaksi kimia , massa zat-zat sebelum & sesudah reaksi adalah sama “.


2/ Hukum perbandingan tetap = Hukum proust
         Pada tahun 1799 , joseph louis proust (1754-1826) dari Prancis melakukan eksperimen , yaitu mereaksikan unsur Hidrogen dari unsur Oksigen. Ia menemukan bahwa unsur Hidrogen & unsur Oksigen selalu bereaksi membentuk senyawa air dengan perbandingan massa yang tetap yaitu 1:8. Massa Hidrogen : massa Oksigen = 1: 8
Proust juga meneliti beberapa senyawa yang lain & memperoleh kesimpulan yang sama , yaitu perbandingan berat unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa tidak pernah berubah .
  Hukum perbandingan tetap berbunyi : 
" perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap"
Dengan menggunakan pamahaman hukum perbandingan tetap , definisi senyawa dapat diperluas sebagai berikut .

  " Senyawa adalah zat yang terbentuk oleh dua atau lebih unsur yang berbeda jenis & perbandingan massa unsur-unsur  penyusunnya adalah tetap."

3/ Hukum perbandingan Berganda = Hukum Dalton
" Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama  banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat & sederhana"

4/ Hukum -Hukum Gas
untuk gas ideal berlaku persamaan : 


keterangan :
P=tekanan gas( atmosfer)           R= tetapan gas universal
V= volum gas ( liter)                        = 0,o82 lt.atm/mol Kevin
n= mol gas                                      T= suhu mutlak   
  
perubahan-perubahan P,V , dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi tertentu di cerminkan dengan hukum-hukum berikut :

 a. Hukum Boyle
     Hukum ini di turunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan 
n1 = n2 & T1= T2: sehingga di peroleh : P1 . V1 = P2.v2

 b.Hukum Gay - Lussac
 " Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas -gas -gas hasil reaksi bila diukur pada suhu & tekanan yang sama , akan berbanding sebagai bilangan bulat & sederhana."

Jadi , untuk : P1=P2 dan T1=T2 berlaku V2 /V2 = n2 / n2

 C. Hukum Boyle - Gay - Lussac
Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu & dirurunkan dengan keadaan harga n= n2 sehingga diperoleh persamaan : P1.V1/ T1 = P2 . V2/T2

d. Hukum Avogadro
  " Pada suhu & tekanan yang sama , gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah mol yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP ( 0 °C,1 atm).    1 mol setiap gas volumenya 22,4 liter . volume ini di sebut volume molar gas.



 B. MASSA ATOM DAN MASSA RUMUS

1. Massa Atom Relatif ( Ar)

     Massa atom relatif  (Ar)adalah perbandingan massa satu atom unsur dengan 1/12 massa satu atom karbon (C-12).


2. Massa Molekul Relatif (Mr)
       
         Massa molekul relatif suatu senyawa adalah perbandingan massa satu molekul senyawa dengan 1/12 x massa satu atom karbon (C-12).
  
                                                                                              


                                                                atau
                                                     

3. konsep Mol
      
       satu mol suatu zat adalah banyaknya zat tersebut yang mengandung 6,02 x10^23 partikel. Massa satu mol suatu zat sama dengan Aatau Mr zat tersrbut yang di nyatakan dalam gram.
Massa 1 mol unsur X = Ar X gram
Massa 1 mol senyawa X =   MX gram
Rumus mol unsur X atau mol senyawa X dapat di rumuskan dengan :
n = m /Ar ----> mol unsur
n = m / M-----> mol senyawa

keterangan :
n  = mol unsur / senyawa X
m = gram unsur / senyawa X
Ar = Massa atom relatif
Mr massa molekul relatif

      Satu mol setiap zat mengandung 6,02 x 10^23 partikel .sehingga rumus mol unsur  X atau mol senyawa x dapat juga di rumuskan dengan :


                               dengan N = jumlah partikel X
       
       Pada keadaan STP  yaitu 0 °C,1 atm setiap gas volumenya 22,4 Liter  (Vm) sehingga mol unsur X  juga dapat dinyatakan dengan : 

n = vx/vm x 1 mol X atau Vx = n.2,24 liter --> dengan volume unsur X pada saat itu .
       Berdasarkan persamaan-persamaan di atas maka konsep mol dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan :
 4. Molaritas
       
        Molaritas adalah jumlah mol zat terlalut dalam setiap satu liter larutan yang dinyatakan rumus.
Keterangan :
n = mol
V = volume larutan ( liter )
M = molaritas ( mol / liter)

 Jika volume larutan dinyatakn dalam mililiter , maka rumus molaritas dinyatakan dengan :

keterangan :
m  = gram zat terlarut 
M  = massa molekul relatif
v   = volume larutan dalam mL

n = m / Mr = mol

      Bila larutan di encerkan akan berlaku :  mol zat terlarut sebelum pengenceran = mol zat terlarut sesudah pengenceran . secara matematis , hal ini si rumuskan sebagai berikut :

C. Persamaan Reaksi 
       persamaan reaksi mempunyai sifat :
1. jenis sunsur sebelum & sesudah reaksi selalu sama.
2. jumlah masing-masing atom sebelum & sesudah reaksi selalu      sama .
3. perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol ( khusus yang berwujud gas , perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu & tekananya sama).

       perubahan kimia di sebut reaksi . Berlangsungnya reaksi di tandai oleh suatu perubahan seperti perubahan suhu , warna , melarutnya zat padat , terbentuknya endapan , terbentuknya gas dan lain-lain. persamaan reaksi adalah gambaran peristiwa reaksi. Setiap reaksi dapat di tulis dalam bentuk dalam bentuk persamaan ataupun persamaan ion. Reaksi kimia mengubah zat-zat asal ( pereaksi=reaktan) menjadi zat-zat baru produk.

    penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dalam tiga langkah yaitu :
1/ menuliskan  persamaan kata-kata yang terdiri atas nama dam keadaan zat hasil reaksi.
2/ Menuliskan persamaan rumus yang terdiri atas rumus kimia zat pereaksi & zat hasil reaksi , lengkap dengan fasenya.
3. Menyetarakan , yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas.
a. Tetapkan koefisien salah satu zat , biasanya zat yang rumusnya paling kompleks sama dengan 1 , sedangkan zat lain di berikan koefisien sementara dengan huruf.
b. setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung zat yang di beri koefisien 1 itu.
c. setarakan unsur lainnya . Biasanya akan lebih membantu jika atom 0 din setarakan paling akhir. 

 contoh soal & pembahasan :

1/  Jia di ketahui massa satu atom relatif dari Seng = 1,08 x 10^-22 gram & massa satu atom C-12 = 2,00X^-23 gram. Massa atom relatif dari seng adalah ...
A. 45                                                        D.70
B.50                                                          E. 4,15
C.65
PenyElesain :
              




         Jadi , jawabannya C.65

2/ jumlah molekul yang terdapat dalam 44,2 liter gas pada suhu   0 °C dan tekanan 1 atm adalah ....
A.0,32                                    D. 3,51
B. 1,97                                   E. 4,18
C. 2,22 

Penyelesain  :
    Vstp = n x vm
         n = 44,2 / 22,4
           = 1,97 mol

        jadi , jawabannya B. 1,97   

                                                                                            

 


 

0 komentar:

Posting Komentar