Selama kurun waktu yang panjang , musik tidak di tulis. Musik di nyanyikan dimainkan secara luar kepala. Seperti juga di sampaikan dari orang ke orang , banyak perubahan masuk ke dalam nada-nada itu. Cara penulisan musik di perlukan agar lagu dapat dinyanyikan atau dimainkan tepat seperti yang di nyanyikan.
Sistem notasi musik yang di pakai secara umum sekarang ini , adalah hasil dari perkembangan berabad - abad dari sekitar akhir abad ke-9 sampai awal abad ke-18. perkembangan ini bermula di katedral dan biara Gereja Roma Katolik.
Karena banyak bagian kebaktian Gereja harus di nyanyikan , lagu-lagu itu di nyanyikan berdasarkan memori. Menjelang akhir abad ke 9 , titik & garis & lekukan kecil dituliskan pada lagu-lagu di dalam buku nyanyian. Tanda-tanda ini , disebut neumes menunjukkan arah nada. Tapi itu masih samar-samar.
sekitar tahun 900 , musik di buat sedikit sedikit lebuh mudah di baca. Neumes di tuliskan dengan jarak tertentu di atas atau di bawah garis horisontal merah (mewakili nada F) untuk menunjukkan setinggi & serendah apa lagu harus di nyanyikan.
Lalu garis paranada yang terdiri dari empat garis diciptakan oleh biarawan bernama Guido d'Arezzo. Metode notasin yang memungkinkan untuk menunjukkan panjang setiap nada , di kembangkan antara abad k3-13 & abad ke-14. Not mendapatkan bentuk baru & tangkai not di tambahkan pada beberapa not tergantung pada panjangnya. Pada tahun 1600an, not menjadi bulat & notasi musik mulai tampak seperti yang kita gunakan sekarang ini.
0 komentar:
Posting Komentar